Monday, July 13, 2015

Masalah-masalah seputar Aplikasi e-Faktur

Halo semua...

Aplikasi e-faktur mulai diberlakukan oleh DJP utk PKP di wilayah Pulau Jawa dan Bali serentak pada 01 Juli 2015. Pastinya kamu sudah tak asing lagi dengan istilah tersebut ya.
Nah, di bawah ini akan saya sampaikan masalah-masalah yang sering timbul pada saat implementasi e-faktur. Masalah in isaya rangkum dari forum dan beberapa konseling yang sering di alamai oleh Wajib Pajak. 

Berikut cuplikannya!



Log Errorr ETAX-40001
- Cek koneksi internet
- Cek apakah eFaktur diblokir firewall
- Cek apakah dibelakang proxy, silahkan hubungi bagian IT bila web efaktur (svc.efaktur.pajak.go.id) dan portnya (port 80 dan 443/8443) diblokir di proxy server, untuk dimasukkan di exception
- Server pusat mengalami gangguan
- Firewall di-off-kan ya

Log Erorr ETAX-40002 biasanya sepaket dengan ETAX-40005
Cek apakah kode aktivasi (baik yang lama atau yang baru setelah direset) benar (8 digit + huruf kapital atau 16 digit + huruf kapital bila pernah direset) dan password (menggunakan huruf kapital dan perhatikan 0/nol dan O) sudah dimasukkan dengan benar dan tidak tertukar

Tidak dapat mengakses database/gagal menulis/write ke database ETAX-(ini saya lupa kodenya)?
- cek apakah eFaktur dijalankan dengan akses kontrol sebagai administrator atau run as administrator. Kasus ini umum bisa eFaktur diletakkan pada drive C:

Tidak dapat membuat PDF/failed generate report
- Refresh/perbaharui tampilan administrasi faktur lalu coba cetak kembali

Gagal membuat hashing (biasanya terjadi saat upload)
- seting ulang sertifikat digital melalui menu Referensi > Administrasi sertifikat user

eFaktur dengan status reject bisa jadi karena berbagai hal, seperti (bs dilihat di kolom keterangan reject, geser bar ke kanan)
- WP bukan PKP (penjual/pembeli)
- NPWP tidak valid (bisa jadi NPWP lawan transaksi statusnya tidak aktif atau beda kode KPP)
- Nomor faktur tidak sesuai jatah
- Tanggal faktur mendahului tanggal surat jatah NSFP (SE-26)
-       Ada karakter yg tdk bs dibaca oleh aplikasi (misalnya derajat, logo trademark dll)

Tampilan penandatangan muncul PT, sdh ada WP yg menanyakan di kring pajak, infonya WP setelah upload muncul nama penandatangannya.

WP Lupa Passprasse
buka email approval sertifikat elektronik.. disitu ada attachment pdf yg isinya Passphrase.. utk buka file pdf bisa pake password enofa. kl g dapat email, revoke. kl g mau tanya pusat aja.

Sinkronisasi Alamat Tdk Berubah
Perubahan alamat hanya bisa dilakukan melalui aplikasi e-reg. Dan harus dilakukan dengan permohonan langsung ke KPP. Untuk data yang tampil default di aplikasi e-faktur adl data berdasarkan SIDJP (kondisi awal wp pengajuan NPWP). Faktur yang terbit dg alamat tsb dianggap sah.

WP Pindah PC / Laptop
Jika sudah pernah melakukan input data faktur maka :
-          Install dulu sertifikatnya ke peramban (IE,Chrome/Mozzila) PC/Laptop yg baru. Caranya ; dari menu option àcertifikat -àview-à your certifikat-à import, masukan sertikat kemudian input parphrase
-          reset efaktur, copy kan folder file efaktur baru, registrasi ulang. Kode Aktivasinya dengan kode aktivasi desktop

Jika belum pernah melakukan input data faktur maka :
-          copy file aplikasi & sertifikat, lakukan instalasi ulang

 
FP sudah upload data FP Keluaran ternyata salah alamat lawan transaksi. WP membuat FP Pengganti. Setelah di previuw sebelum di upload alamatnya masih yang lama? kenapa ?

Sepanjang FP tersebut masih sebatas system (salah rekam) dan FP belum diberikan kepada lawan transaksi maka FP tersebut dibatalkan, maka otomatis nomor FP yang dibatalkan tidak bisa dipakai. Kalau FP tersebut terlanjur diberikan kepada lawan transaksi dan diketahui salah maka dibuatlah FP Pengganti.

Lalu solusinya kalo FP sudah disampaikan ke WP : ganti alamat lawan transaksi dengan faktur pajak pengganti. buat dulu faktur pajak penggantinya (kolom alamat lawan transaksi memang disable) sampai selesai. masuk administrasi faktur, pillih faktur pajak pengganti yg baru saja dibuat, klik tombol ubah, lalu ubah alamat lawan transaksi.

WP lupa username ma Passwordnya ketika sudah registrasi sertifikat elektronik
Kalau blm ada datanya, maksudnya belum sempat ada faktur yang berhasil diapprove, direset saja terus registrasi ulang, nanti daftarkan user baru.  pakai kode aktivasi desktop ya. Dapetnya di profile wp menu efaktur.pajak.go.id, login pake npwp.

Aplikasi EtaxInvoice yang logonya e-faktur tiba-tiba hilang entah kena virus atau kehapus sama antivirusnya
Backup dulu folder dbnya, ekstrak ulang dari file kompresi, update aplikasinya, kembalikan folder db yang dibackup tadi
Antivirus jalankan ya.

WP mau berpindah ke komputer lain dan tipe komputasi yang berbeda, dengan aplikasi yang sudah teregister.
cukup copy folder "db" saja, mirip aplikasi PPN 1111

WP complaint alamat di profile tdk lengkap
Penegasan ada di PENG-05. Tetap dianggap lengkap. Jika ingin mengupdate, bs dilakukan dengan mengajukan ke KPP.

registrasi efaktur error saat open sertipikat elektronik muncul pesan error "failed to decrypt saved content entry ..dst"
sertifikat corrupt, download lagi sertifikatnya
salah masukin pasprase ..,  huruf kapital/kecilnya/spasiny dicek lg
 

Penandatangan nya eror
Sebelumnya cek terlebih dulu di Db ETaxInvoice (default), apakah Nama Penandatangannya sudah diupdate? Biasanya hal itu terjadi karena PKP membuat db baru dan menginput Administrasi Usernya di DB baru tsb. Sedangkan Nama Penandatanganan dan Alamat PKP membacanya dari DB TaxInvoice(default)

Monday, April 13, 2015

Long Hiatus Note - Part II

Halo Dunia,

Setelah lama berkutat dengan kesibukan kerja, akhirnya aku bisa mengunjungi blogku ini. Sebenarnya agak saddy juga ya, blog ini terpaksa ku anggurin karena dunia kerja begitu menyita waktu.
Saat ini, aku masih berkutat dengan kesibukanku di lingkungan pemerintah. Kebetulan lingkungan tempat aku bekerja merupakan instansi vital di sebuah negara hukum, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, karyawannya hampir semua mengalami hard-workholic.
Saya menikmati setiap peran ini, baik sebagai karyawan maupun sebagai individu.  Aktivitas selepas kerja, kuisi dengan menghabiskan waktu dengan keluarga, hobi atau pun lingkungan. Ada hak-hak atas diri kita di sana. Jangan baikan itu.

Ok, let's start doing well. Bismillah.


Wednesday, October 29, 2014

Berita Kematian Itu...



Jumat pagi, seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa. Saya berangkat kerja, menjalani rutinitas hari-hari kerja. Hal yang istimewa mungkin karena esok paginya adalah hari libur.

Jumat pagi itu, aku menjalani aktivitas rutin : bertemu dengan klien, memenuhi appointment dengan untuk meeting dan konseling. Pun mereka datang menepati janji sesuai skedul yang kami sepakati. Satu per satu klien datang menunggu. Pada saat meeting dengan klien pertama, saya dikejutkan dengan telepon dari seorang teman yang mengabarkan bahwa di ujung sana, ayah saya meninggal. Deg!

Jantungku seperti berhenti seketika. Gelap sekali rasanya dunia ini. Badanku semboyongan, lemas seketika. Saya pamit kepada klien pertama saya dan meminta ijin untuk mengakhiri meeting. Bersyukur, mereka cukup mengerti dan mengucapkan duka cita.

Aku berlari menuju meja kerjaku dan menangis sejadi-jadinya. Teman-teman mengerubutiku dan berusaha menenangkan, bahwa kematian di Tanah Haram adalah hal yang baik, bahkan teramat baik. Aku, belum bisa terima dengan kabar itu. Aku masih sesegukan membayangkan betapa cepat kejadian itu tanpa aku melihat kejadian demi kejadian yang membuatku menjadi merinding.

Segera aku pulang menenangkan diri. Sebelumnya aku pamit kepada Kepala kantor dan seluruh rekan-rekan di ruangan. Dalam perjalanan pulang, hatiku dilanda gulana yang teramat. Aku memikirkan, bagaimana nasib ibuku di sana. Apakah ia cukup kuat menerima takdir ini? Bagi seorang perempuan yang sudah cukup repot dengan kondisi fisiknya, ibuku harus menanggung fakta bahwa suaminya meninggal tanpa ada saudara di sebelahnya. 

Hatiku coba menenangkan diri, bahwa kabar ini tak perlu diratapi. Di sana, Insha Allah akan banyak yang membantu, mengurusi jenazah dari A sampai Z. Walaupun, hati bergolak, aku tetap tak tahan membendung air mata ini. Aku teringat, bahwa akulah anak yang pertama memiliki inisiasi untuk menghajikan kedua orang tuaku. Mereka awalnya tidak percaya. Tetapi setelah diberikan kesempatan dan rizki, akhirnya ketidakpercayaan itu sirna. Daftar haji pun dimulai pada tahun 2010.

Dan, setelah menunggu 4 tahun lamanya, tepatnya di Jumat 17 Oktober 2014, takdir Ilahi menunjukkan kuasanya. Ayahku meninggal setelah ritual wajib Ibadah Haji selesai. Sementara Ibu, mudah-mudahan tetap kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Love u, ayah & ibuku.

Kaulah orang yang paling berjasa dalam hidupku… Mudah-mudahan Allah ampuni dosa-dosamu…

Friday, February 7, 2014

Home base or Advancement?



What is reason of you to keep your career being upgrade? Yup! Many people said : salary or advancement. But others said : good corporation. So, what is your choice in between? Nothing. I choose home base. Ha ha

Home base is identified as a work office where is closed to our home. I said it is so important to charge energy as a modal of your jobs.


But, home base is not fully criteria to grow up our career. It is depend on you. Home base can be an enemy if you could not manage yourself. It is hard to say, but it is the real. Some people is precisely being up down after they get home base. There are no productivity, instead cooling down.

I am thankfull for more than ten years I have been here, getting work office near home base. I can do many activities after working hour on 5 pm with my kiddos, also spending more time to holiday in weekend. This is expensive, not every people can do.


What about you?

Monday, February 3, 2014

A Long Hiatus Note



Tulisan ini dibuat secara sungguh-sungguh, aktual, dan suka rela demi mengisi waktu luang di sela-sela jam kerja yang super padat. Tidak ada disclaimer apa pun terhadap tulisan ini. Penulis hanya ingin menyampaikan fakta, pemikiran, ide, dan impian untuk disajikan kepada para Pembaca tanpa ada tendensi dan kepentingan apa pun. Isi dari tulisan ini tidak mencerminkan pribadi penulis atau pun korporasi di mana penulis mencari nafkah. Demikian. Selamat menikmati ya!





Thursday, 31 October 2013


Hari terakhir di bulan Oktober 2013. Berarti masih tersisa dua bulan lagi di tahun 2013. Bekerja di korporasi ini pada masa seperti ini layaknya sopir kejar setoran. Semua effort dilakoni demi mengejar target agar tercapai. Tetapi, parahnya raihan prosentase sampai hari ini baru mencapai angka 67%. Dan, sampai akhir tahun diprediksi hanya akan mencapai angka 87%.


Saya sempat berfikir, sebelum kantor ini menerapkan good corporate governance, tidak ada yang peduli dengan masalah penerimaan (sales). Karena laporan penerimaan bisa dipermak sedemikian rupa. Hasilnya pun laporan asal bapak senang. Belum ada sistem yang dapat melihat langsung kinerja cabang mana yang paling bagus sampai yang paling jelek.


Lain dulu lain sekarang. Kinerja suatu kantor sangat tergantung dengan laporan penerimaan. Dan, laporan penerimaan tidak bisa dimanipulasi lagi. Bagi kantor yang rapor penerimaannya masih merah alias waspada, harus siap menerima pil pahit : kepala kantornya dimutasi jauh, dan insentif kantor tidak menerima fully 100%. Duh!




Friday, November 01, 2013


Ini adalah gambar yang saya ambil tadi pagi sekitar pukul 6 pagi di halaman sebuah bank plat merah di dekat rumah. Terlihat antrian mengular mulai dari pintu masuk bank yang memang belum dibuka dan berakhir di trotoar jalanan. Antrian ini akan terus bertambah sampai bank tersebut buka pada pukul 8 nanti.

Siapa mereka? Mereka adalah para pensiunan yang akan mengambil uang pensiun tiap awal bulan. Terlihat dalam gambar, siapa pemilik antrian paling depan? Dia adalah seorang bapak renta yang sudah tidak mampu berdiri dan duduk di sebuah kursi berwarna oranye. Pukul berapa kira-kira si bapak renta ini datang demi mendapatkan antrian paling depan? Berapa lama mereka menunggu? Tentu saja, menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan meskipun menunggu uang pensiun.

Saya berharap, di masa tua saya nanti, saya tidak harus rela antri demi rupiah pensiun yang memang sangat berarti seperti halnya mereka. Saya ingin memiliki tabungan yang cukup sampai kelak anak-anakku mandiri dan sejahtera sehingga saya tidak perlu antri tiap awal bulan di subuh kala…


#belum sempat data foto diambil, ponsel saya rusak dan terpaksa dijual.






Mon, 11 November 2013


Akhir pekan lalu, saya menghabiskan waktu di sebuah mall baru di daerah Bekasi. Mall yang bertajuk Grand Metropolitan tersebut berlokasi cukup strategis, tepatnya sekitar 500 meter dari pintu tol Bekasi Barat. Mall yang dikembangkan oleh Metropolitan Grup ini rupanya ingin mengulang kesuksesan dua proyek sebelumnya, yakni Metropolitan Mall 1 dan 2 yang okupansinya telah terisi penuh oleh para tenant. Lokasinya pun tidak jauh dari kedua proyek sebelumnya, hanya 100 meter sesudah melewati pemukiman elite Taman Vila Baru. Mall Grand Metropolitan dapat pula dijangkau melalui Jalan Raya Kalimalang, belok kanan tepat di putaran Rumah Sakit Awal Bros, apabila dijangkau dari arah Jakarta.

Saya takjub dengan Mall Grand Metropolitan bukan karena bangunannya yang megah atau tenant-nya yang memang dikhususkan untuk pembeli berduit, melainkan masjidnya yang bagus dan bersih. Rupanya pengembang mall ini ingin memanjakan pengunjung untuk berlama-lama belanja di mall tanpa harus meninggalkan kewajiban shalat.

Tidak seperti mall lain yang biasanya menempatkan masjid di posisi belakang dan kadang nyempil di antara toilet yang pengap, lokasi masjid di Grand Metropolitan sangat strategis, tepatnya di Lower Ground, tepat di pintu masuk apabila melalui Parkir LG1. Masjidnya bersih dan luas. Seluruh ruangan menggunakan mesin pendingin udara yang sangat dingin. Lantainya keramik putih dan bersih. Ruang wudhunya cukup bersih dilengkapi dengan kran air yang memadai. Tersedia pula loker tempat penitipan barang berharga dilengkapi ruang tunggu dengan kursi berbentuk bintang dengan bentuk yang sangat modern.

Saya bersyukur, banyak pengembang membangun masjid di pusat perbelanjaan atau pun fasilitas publik sehingga kita tidak kesulitan apabila hendak menunaikan ibadah shalat. Tetapi yang harus diperhatikan adalah, hendaknya masjid yang dibangun tetap dijadikan sarana syiar dan pusat interaksi antara umat dan lingkungan sekitar. Bukan sebagai kelengkapan mall belaka.